Hak dan Kewajiban
“kita berhak untuk cinta yang menyenangkan, Sayangnya hak datang dengan kewajiban. Kewajiban kamu adalah untuk senang secara mandiri, Baru kamu bisa menyenangkan orang lain.”
saya belajar dari kata kata ini, belajar untuk memenuhi kewajiban saya. saat rasa kesal atau emosi menghampiri saya, saya mencoba untuk tidak pernah terhasut ataupun terhanyut, mereka hanya menimbulkan arus arus pendek dalam pikiran saya yang mengakibatkan hanya hal negatif yang muncul di hadapan saya. bergegaslah untuk memenuhi kewajiban saya dulu itu yang saya pikirkan, bukan maksud saya pergi untuk meninggalkan kamu atau pun mengacuhkan tangisan atau pun gerutuan kamu. saya hanya mencoba memanjakan diri saya “bahagia” kok, mencari kesenangan saya, mungkin dengan begini pikiran saya tidak akan lagi buntu, emosi saya akan lenyap. Dengan begini saya akan bisa menemui kamu, menghadapi kamu dengan perasaan dan pikiran yang lebih tenang. saat saya dalam keadaan yang “senang” baru saya dapat menyenangkan kamu. kamu tau kenapa saya tidak pernah terlihat gusar ataupun kesal di hadapan kamu, saya selalu berusaha menghilangkannya dengan mencari kebahagiaan saya sendiri, karena saya tau saat saya penuh emosi saya tidak akan dapat membuat kamu senang, saya hanya akan merusak senyuman kamu dan kesenangan kamu. itu lah kenapa saya