Secangkir Kopi & Sebatang Nikotin
Mungkin kalian pikir kebiasaan untuk meneguk secangkir kopi dan menghisap beberapa batang rokok adalah suatu kebisaan yang buruk. Tapi sebaliknya, di ruang lingkup kehidupan kami, itu semua dapat menghantarkan kami ke dalam sebuah panorama cerita yang terbagi dalam sedih senang susah, bahkan banyak perjalan hidup kami. “Secangkir Kopi dan Sebatang Nikotin” menjadi saksi bisu semua cerita ini.
Satu tempat dimana kami mengahbiskan banyak waktu luang sepulang beraktivitas, di sisi jalan yang merdu oleh kebisingan kendaraan pejalan kaki, yang s’lalu diatapi dengan terpal biru tua yang usang menjaga kami dari panas sinar dan dinginnya air hujan. Meja kayu reot panjang dikelilingi kursi-kursi rapuh yang menjadi tempat kami bersandar.
Banyak cerita yang sudah kami utarakan, baik itu materi, cinta, persahabatan, kehidupan bahkan sampai menertawakan satu hal yang tak lazim sudah menjadi kebiasaan kami. Semua itu tentunya selalu diiringi dengan hembusan asap yang melebur keseluruh sisi, tak pernah kami lupa juga untuk meneguk secangkir kopi untuk lebih menghangatkan suasana.
Semua itu telah menjadi obat dalam hidup kami, ya, mungkin karena kami adalah sekumpulan orang-orang dengan fisik dan psikis yang lemah, dimana kami harus banyak meluangkan waktu untuk bersantai dan berleha-leha. Itulah cara kami untuk melepaskan penat, stress, frustasi, bahkan yang paling krusial sekalipun, yaitu tentang Cinta.
Tak terasa langit sudah menghitam dan memudar warnanya, dimana kami harus berpisah dan kembali melanjutkan cerita hidup kami yang entah sampai kapan selesainya, esok hari dan seterusnya akan tetap seperti ini.
that’s we are